Setiap orang pasti mendambakan kesuksesan dalam hidupnya. Gambaran kesuksesan sering dimaknai dengan yang sifatnya materi, seperti seorang Santri dikatakan sukses kalau lulus dari pesantren yang ditandai dengan pemberian ijazah, apalagi dengan mendapat nilai tertinggi. Seorang guru merasa telah sukses jika berhasil mendapatkan sertifikasi, menjadi pegawai tetap. Ada juga yang mengartikan kesuksesan dengan memiliki harta yang sangat banyak, popularitas, jabatan tinggi, memiliki mobil dan rumah me
Bagi banyak orang tua, melepas anak mereka ke pesantren adalah keputusan besar yang memerlukan pertimbangan emosional. Mereka sering merasa rindu dan ingin memastikan anak-anak mereka nyaman, sehat, serta menyesuaikan diri dengan baik di lingkungan baru. Namun, ada satu hal penting yang perlu diingat: terlalu sering mengunjungi dan berkomunikasi dengan anak di pesantren bisa memiliki dampak negatif.
Memondokkan anak di pesantren adalah salah satu upaya mulia untuk membentuk generasi yang berakhlak dan berilmu. Namun, tidak semua proses berjalan mulus. Banyak orang tua mengalami kegagalan dalam memondokkan anak mereka karena berbagai alasan.
Pendidikan memiliki peran fundamental dalam membentuk karakter dan kepribadian individu, termasuk dalam aspek etika dan moralitas. Generasi Z, yang lahir di era digital dan tumbuh dengan teknologi, menghadapi tantangan moral yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Nilai-nilai etika dan moral yang ditanamkan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk membimbing mereka dalam menghadapi kompleksitas dunia modern.
Romantis biasanya diidentikkan dengan cinta antar manusia—antara suami dan istri, atau sepasang kekasih yang saling menyayangi. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa ada jenis romantisme yang lebih mendalam dan abadi? Romantisme yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga jiwa. Itulah romantisme yang kita temukan dalam Al-Qur'an.
Aceh Besar - Di tengah arus perkembangan teknologi yang semakin pesat, banyak di antara kita yang terpikat oleh kecepatan dan kecanggihan perangkat elektronik. Prosesor yang cepat dianggap sebagai simbol kecerdasan dan efisiensi. Namun, sebagai seorang muslim, kita memiliki "prosesor" yang lebih unggul, yang bukan hanya mengatur kehidupan duniawi tetapi juga akhirat: Al-Qur'an.