Setiap 25 November menjadi hari yang penting bagi bangsa Indonesia. besarnya jasa seorang guru, hingga ditetapkanlah tanggal tersebut sebagai Hari Guru Nasional. Sejarahnya, ternyata penuh makna dan perjuangan. Peringatan ini tentunya tidak terlepas dari sejarah lahirnya Hari Guru Nasional itu sendiri. Dalam sejarahnya, terdapat banyak makna yang bisa kita jadikan pelajaran. Awal Mula Perjuangan Para Guru di Zaman Hindia Belanda. Jika pahlawan perang menggunakan senjata dalam mengusir penja
Kelahirannya telah ditunggu oleh seluruh makhluk-Nya, baik yang di langit maupun di bumi. Mereka semua bertasbih mengangungkan nama-Nya. Dilahirkan pada waktu pasukan bergajah yang dipimpin seorang raja angkuh lagi sombong mepertentangkan dan berniat membumi hanguskan rumah pertama di muka bumi yang hingga kini terus didatangi manusia dari seluruh penjuru dunia untuk beribadah dan hanya mengangungkan nama-Nya.
Cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW merupakan bentuk ibadah yang mendalam dan pengakuan atas kasih dan bimbingan beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam. Rasulullah bukan hanya pemimpin umat Islam, tetapi juga suri teladan bagi seluruh umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kasih sayang, kesabaran, hingga ketulusan dalam beribadah dan berinteraksi dengan sesama.
Setiap orang pasti mendambakan kesuksesan dalam hidupnya. Gambaran kesuksesan sering dimaknai dengan yang sifatnya materi, seperti seorang Santri dikatakan sukses kalau lulus dari pesantren yang ditandai dengan pemberian ijazah, apalagi dengan mendapat nilai tertinggi. Seorang guru merasa telah sukses jika berhasil mendapatkan sertifikasi, menjadi pegawai tetap. Ada juga yang mengartikan kesuksesan dengan memiliki harta yang sangat banyak, popularitas, jabatan tinggi, memiliki mobil dan rumah me
Pada hari Minggu, 22 September 2024, Dayah Al-Athiyah Aceh mengadakan sosialisasi hasil workshop mengenai Social Capital dalam pendidikan, bertempat di Aula Markaz Dakwah Al-Ishlah, lantai 3, Beurawe. Acara ini dipimpin oleh Umi Rita Indahyati, SE., MM selaku Kabag Dayah dan Sekolah sebagai penanggung jawab kegiatan. Sosialisasi ini dihadiri oleh para civitas akademika Dayah Al-Athiyah Banda Aceh (SMA Plus Al Athiyah ) dengan tujuan untuk menyampaikan hasil dari workshop yang diselenggarakan o
Pendidikan karakter bertujuan membentuk kepribadian anak agar mereka menjadi individu yang berkualitas, memiliki moral dan etika yang baik, serta siap menghadapi tantangan di masa depan. Era digital yang semakin maju membuat tantangan dalam membangun dan membentuk karakter anak semakin sulit. Terdapat beberapa tantangan dalam membentuk karakter anak di era digital ini seperti adanya informasi yang tidak terkontrol, kemudahan dalam mengakses informasi, dan pengaruh dari lingkunga digital yang s